Menurut laman AloDokter, penyakit bell's palsy bisa terjadi pada anak, karena penyakit ini bisa menyerang manusia dalam segala usia. Penyakit ini ditandai dengan adanya kelumpuhan atau kelemahan salah satu sisi otot wajah yang bersifat sementara namun datangnya secara tiba-tiba yakni kira-kira 2 minggu setelah infeksi/virus dan umumnya membaik dalam hitungan minggu.
Walaupun bisa menyerang siapa saja, namun lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, dan penderita HIV. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya Bells palsy yakni :
- Kelumpuhan wajah turunan
- Cedera akibat kecelakaan pada wajah
- Cedera akibat operasi
Walaupun demikian, sampai saat ini, penyebab pasti dari timbulnya Bells palsy belum diketahui, namun dokter percaya penyebab munculnya penyakit ini ketika saraf wajah mengalami penekanan atau terganggu dan diduga akibat peradangan dari infeksi virus Herpes
Apabila anak Anda telah didiagnosa menderita Bells palsy, maka Anda tidak perlu khawatir, lanjutkan mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter secara teratur dan kalau diperlukan, lakukan juga fisioterapi.
Sebanyak 70 persen kasus Bells palsy dapat sembuh sempurna, dan bisa membaik dalam 2-3 minggu namun teradang bisa sampai 10 bulan, tergantung pada tingkat kerusakan saraf. Bagi Anda yang punya anak penderita Bells Palsy, ada tips yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, diantaranya :
- memberikan makanan sehat kaya nutrisi.
- mencukupi asupan cairan.
- banyak mengkonsumsi buah dan sayur.
- melakukan fisioterapi untuk memperkuat otot wajah.
- mengkonsumsi obat sesuai resep dokter secara teratur
Beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan pada anak Anda yang terkena Bell's Palsy menurut laman Harian Analisa Daily adalah :
Latihan wajah
Tujuannya adalah untuk mengetatkan dan melemaskan otot wajah yang dapat membuat otot lebih kuat dan membantu anak sembuh lebih cepat. Caranya dengan memijat kening, pipi dan bibir dengan minyak atau krim.
Perawatan mata
Kalau anak Anda tidak bisa membuka atau menutup mata secara komplit, maka mata bisa menjadi kering. Mata yang kering dapat menjadi iritasi dan dapat menyebabkan masalah penglihatan yang serius. Untuk melindungi mata dan menjaga tetap basah, maka Anda bisa menggunakan jari untuk menutup dan membuka kelopak mata dan menggunakan tetes mata atau salep mata yang mengandung Metil-selulosa. Obat tetes mata digunakan pada saat siang hari dan salep digunakan pada malam hari saat akan tidur.
Perawatan mulut
Jika anak Anda tidak merasakan rasa di lidah dan hanya mengeluarkan sedikit air ludah pada sisi lidah, maka hal ini akan menyebabkan makanan akan tertahan disana, sehingga bisa menyebabkan sakit pada gusi atau kerusakan gigi. Jadi anak Anda harus menyikat gigi lebih sering sehingga untuk mencegah masalah ini.
Itulah informasi yang bisa Saya sampaikan tentang penyakit Bell's Palsy pada anak. Alangkah lebih baiknya Anda melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf sehingga dokter bisa menanganinya dengan cepat serta memberi terapi kepada anak Anda.
Tag :
bell's palsy pada anak