Kali ini Saya akan ngasih info tentang gejala dan penyebab penyakit Bell's palsy. Biar lebih terarah, bahasan akan Saya bahas menjadi 2 sub tema bahasan.
Berdasarkan informasi dari laman AloDokter :
Gejala Bell’s Palsy
Gejala Bell’s palsy itu tidak sama alias berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah, bisa merupakan kelumpuhan sebagian atau dengan kata lain disebut kelemahan otot ringan dan bisa juga kelumpuhan total yakni tidak ada gerakan sama sekali.Kelumpuhan sebagian ini mengakibatkan wajah menjadi asimetris, yaitu mencong atau melorot. Selain itu, mulut serta kelopak mata juga bisa terpengaruh akibat penyakit Bell’s palsy ini. Mulut dan mata biasanya akan mengalami kesulitan untuk dibuka dan ditutup. Hal ini sebagai akibat dari gangguan yang terjadi pada otot dan saraf wajah.Tidak hanya itu, Bell's palsy juga memengaruhi saraf wajah yang memproduksi air mata, air liur, indera perasa, dan tulang kecil yang berada di tengah telinga.
Kabar baiknya adalah, kondisi ini tidak mempengaruhi terhadap kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Namun seandainya kelumpuhan di salah satu sisi wajah Anda tersebut disertai dengan kelumpuhan atau kelemahan pada bagian tubuh lainnya, maka Anda harus segera berkonsultasi kepada dokter.
Untuk lebih jelasanya, mengenai gejala Bell's palsy secara terperinci yang Saya lansir dari laman Halosehat adalah sebagai berikut :
Salah satu sisi wajah melemah
Melemahnya atau mengendurnya otot sisi wajah akan membuat sisi wajah tersebut terlihat menurun alias melorot. Akibatnya Anda tak akan mampu untuk menggerakkannya atau sulit untuk menutup serta membuka bagian mulut dan mata.
Sakit telinga dan berdenging
Jika kelumpuhannya cukup parah, maka penderita akan merasakan rasa sakit yang cukup hebat di dalam telinga maupun di luar bagian belakangnya. Disamping itu, ada sebagian penderita yang mengalami pendengarannya berdenging dan ada juga yang mengalami peningkatan sensitivitas terhadap suara sehingg telinga lebih sensitif walau terhadap suara sekecil apapun.
Penurunan fungsi lidah
Lidah akan mengalami perubahan sehingga fungsinya akan menurun dan tak bekerja secara maksimal. Dalam hal ini Anda kurang bisa merasakan makanan atau minuman yang dikonsumsi.
Mulut kering
Mulut yang kering biasanya timbul disebabkan oleh kurangnya asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh namun Bell palsy pun ditandai dengan kondisi tersebut. Anehnya tidak semua penderita Bell palsy mengalami kekeringan pada bagian mulut, hanya sebagian saja.
Mulut berliur
Gejala ini juga tidak sepenuhnya dialami penderita Bell palsy. Ada beberapa kasus di mana penderitanya mengalami mulut yang kering, tapi beberapa juga ada yang justru malah berliur. Biasanya, mulut yang berliur adalah bagian dari sisi yang terpengaruh dan menjadi lumpuh.
Rahang sakit
Area rahang pada sisi wajah yang terkena Bell palsy biasanya akan terasa sakit dan nyeri. Karena rahang terasa begitu sakit, otomatis Anda juga sulit untuk membuka dan menutup mulut secara leluasa.
Mata kering atau berair
Penderita Bell palsy akan memiliki masalah di bagian mata yaitu mata kering atau mata yang berair. Jadi, ada beberapa kasus di mana penderita Bell palsy bisa mengalami mata berair saja atau justru mata yang kering saja. Pada bagian mata sisi wajah yang terserang kelumpuhan terkadang bisa mengeluarkan airmata terlalu berlebihan.
Sulit makan, minum dan bicara
Karena penderita sulit untuk membuka mulut sepenuhnya, maka penderita Bell palsy biasanya sulit untuk bicara apalagi makan dan minum.
Penyebab Bell’s Palsy
Penyakit Bell’s palsy terjadi ketika sistem saraf yang mengontrol otot-otot di wajah terkena iritasi atau tertekan. Adapun penyebab iritasi saraf ini masih belum diketahui secara jelas, namun beberapa jenis infeksi virus diduga menjadi biang keladi kondisi ini.Beberapa virus yang diduga menjadi penyebab Bells Palsy adalah virus herpes simpleks (HSV), virus varicella-zoster, virus epstein barr, cytomegalovirus, penyakit sifilis, dan penyakit Lyme. Berikut ini penjelasan virus-virus tersebut yang Saya ambil dari laman Kumparan :
- Virus Herpes Simpleks, yaitu jenis virus yang menyebabkan herpes genital, seperti herpes Tipe 1 (HSV-1) atau Tipe 2 (HSV-2). Penyakit herpes simpleks muncul akibat hubungan sksual yang tidak aman atau karena seseorang tidak mampu menjaga kebersihan organ reproduksinya. Herpes simpleks menyebabkan sakit dan rasa gatal diarea genetikal yang muncul 2 sampai 10 hari setelah proses penularan yang diiringi dengan munculnya benjolan benjolan merah dan melepuh yang menyebabkan rasa nyeri ketika buang air kecil dimana rasa nyerinya dapat meluas ke arah punggung bagian bawah.
- Virus Varisela Zoster, yaitu jenis virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api dengan penampakan umum seperti munculnya gelembung gelembung beisi cairan di permukaan kulit yang terasa gatal dan bisa pecah jika terkena gesekan kuat. Penyakit ini mudah menulari orang orang yang selama hidupnya belum terkena cacar atau pada orang orang yang belum mendapatkan vaksinasi cacar sejak balita.
- Sifilis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus Treponema Pallidum dan di Indonesia lebih dikenal sebagai penyakit raja singa, merupakan penyakit yang menyerang kelamin pria maupun wanita yang disebabkan oleh bakteri spirochaeta pellida ( Treponema pallida) yang dapat menular melalui hubungan seksual.
- Virus Epstein-Barr, merupakan virus 4 (HV-4) yang masih golongan dari virus penyebab herpes namun lebih kepada penyerangan terhadap kelenjar getah bening. Virus epstein barr sering disebut sebagai demam kelenjar karena awalnya menyerang keseimbangan tubuh sehingga tubuh cepat merasalan kelelahan. Gejalanya adalah kelenjar getah bening bagian leher mengalami pembengkakan, limpa dan hati ikut membesar, tenggorokan sakit karena adanya peradangan serta munculnya ruam ruam kemerahan pada permukaan kulit di sekitar leher yang bisa meluas ke arah bagian wajah.
- Cytomegalovirus, merupakan virus yang menyerupai struktur dari virus herpes namun dalam bentuk lain. Virus ini muncul dengan gejala seperti flu, demam ringan, sakit tenggorokan dan masuk angin dan terkadang pada beberapa orang tidak mendapatkan gejala apapun ketika virus ini telah menjangkiti tubuh mereka.
- Penyakit lyme, muncul karena infeksi bakteri Borrelia burgdoferi yaitu jenis bakteri spirochetes yang dibawa kutu kutu ixodes scapularis yang umumnya menghisap darah hewan liar ataupun peliharaan. Selain itu, penyebaran penyakit lyme ini bisa disebabkan oleh kutu yang terbawa oleh tikus yang mungkin tanpa sengaja melewati makanan yang kemudian disantap oleh manusia.
- Faktor keturunan, bisa jadi merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang mudah menderita gejala bell’s palsy ketika usianya telah remaja atau dewasa.
- Cedera karena kecelakaan yang menimpa bagian wajah sehingga menyebabkan tulang bagian wajah retak, kerusakan saraf dan otot wajah yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah dimana terdapat banyak otot dan saraf yang juga ikut rusak. Cedera lain juga bisa timbul karena tindakan operasi terutama pada tindakan operasi kelenjar parotid, dimana kerusakan yang terjadi dapat mempengaruhi fungsi dari otot otot wajah menjadi terganggu sehingga luka yang berkembang menjadi infeksi.
Itulah sederet penjelasan tentang gejala dan penyebab penyakit Bell's palsy. Untuk tema lainnya akan Saya jelaskan secara gamblang di artikel lainnya, seperti tentang :
- obat tradisional penyakit bell's palsy
- apakah bell's palsy bisa sembuh
- penyebab bell's palsy karena ac
- cara mencegah bell's palsy
- fisioterapi bell's palsy
- bell's palsy pada anak
- tanda bell's palsy akan sembuh
Nantikan saja ya.